Kisah Roh Selepas Kematian

Kisah Roh Selepas Kematian
Kisah Roh Selepas Kematian

Kisah Roh Selepas Kematian

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

"Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatas bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. 

Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" 

Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."

Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."

Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didalam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin."

Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran cukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."

Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:
  • Menjaga sembahyang lima waktu
  • Banyak bersedekah
  • Banyak membaca al-quran
  • Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah)
Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:
  • Dusta
  • Kianat
  • Adu-adu
  • Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."

Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."

Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu iaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."

Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang menitiki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.

Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'iem (Syurga yang serba kenikmatan).

Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."

Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang bermaksud)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."

Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" 

Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur saja demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."

Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa khianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai khianat."

Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:
  • Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.
  • Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.
  • Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.
  • Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.
  • Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.
Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada bungkusan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan bungkusannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." 

Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.

Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).

Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:
  • Ketika melihat Malakulmaut
  • Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier
  • Ketika menghadapi hisab dihari kiamat
Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:
  • Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam
  • Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat
  • Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.
Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:
  • Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar
  • Mudah dan ringan hisabnya
  • Diampunkan segala dosanya
Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:
  • Ketika mati
  • Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut
  • Ketika hisab
  • Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat
Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:

Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."
atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan."

Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaan tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.

Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang bermaksud) "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."

Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang bermaksud) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."

Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara langkah tapak kaki mereka telah mula pulang, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. 

Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)

Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan taring keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keduanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad s.a.w menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."

Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan terburu-buru, andaikata kamu mengetahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan terburu-buru. 

Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: 

Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad s.a.w? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana Nabi Muhammad s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."

A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "SemogaAllah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepadaAllah s.w.t. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh. 

Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. 

Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semogaAllah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.

Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem."

Kisah Roh Jenazah

Kisah Roh dan Jenazah
Kisah Roh dan Jenazah

Kisah Roh Jenazah

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, katanya;

" Aku sedang dalam keadaan duduk bersila di rumah, tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan masuk ke rumah sambil memberi salam kepadaku. Aku segera berdiri kerana menghormatinya dan memuliakannya, sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi SAW bersabda: ” Duduklah di tempat dudukmu, wahai Ummul Mukminin."

Aisyah berkata; ”Rasulullah duduk sambil meletakkan kepalanya dipangkuanku, lalu baginda tidur berbaring. Maka aku bilangkan uban pada janggutnya dan aku dapati ada 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata; ” Sesungguhnya beliau akan keluar dari dunia sebelumku sehingga tetaplah suatu umat yang ditinggalkan Nabinya. Aku menangis hingga mengalirlah cucuran air mata pada pipiku. Air mataku itu menitis pada muka baginda. Kemudian baginda terbangun dari tidurnya.”

Rasulullah bertanya; ” Gerangan apakah yang engkau tangisi wahai Ummul Mukminin?” Maka aku ceritakan kisah tadi kepadanya. Rasulullah berkata; ” Keadaan manakah yang lebih hebat bagi mayat?”Aisyah menjawab; ”Tunjukkanlah wahai Rasulullah!” Rasulullah mengatakan; ”Bahkan, engkaulah yang mengatakan.” Aisyah berkata; ” Tidak ada keadaan yang lebih hebat bagi mayat daripada waktu keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya semuanya bersedih hati di belakangnya, mereka semua berkata; ”Aduh ayah, aduh ibu!” Ayahnya mengatakan; ” Aduh anak!”

Rasulullah berkata; ”Itu juga termasuk hebat, maka manakah yang lebih hebat daripada itu?” Kemudian Aisyah r.a menjawab; ” Tidak ada hal yang lebih hebat bagi mayat ketika ia diletakkan di liang lahad dan ditimbuni dengan dengan tanah di atasnya. Kaum kerabatnya semuanya kembali, begitu juga anak-anak dan para kekasihnya. Mereka semua menyerahkannya kepada ALLAH bersama segala amal perbuatannya. Lalu setelah itu datanglah malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kuburnya.”

Rasulullah SAW bertanya lagi; ”Adakah yang lebih hebat lagi dari itu?” Aisyah berkata: ”ALLAH dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda; ”Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat adalah ketika orang yang memandikannya masuk ke rumah untuk memandikannya.”

Ketika mana mayat diletakkan di tempat pemandiannya, ketika itu dikeluarkan cincin dan perhiasan yang ada pada jari jemarinya, dilepaskan pakaian yang membaluti tubuh badannya. Bagi para alim ulama dilepaskan serban dari kepalanya. Pada waktu itu rohnya berkata-kata tatkala ia melihat mayatnya dalam keadaan telanjang dengan suara yang didengar oleh sekalian makhluk kecuali jin dan manusia.

Roh itu berkata: ” Wahai orang yang memandikan, ku minta kepadamu kerana ALLAH, untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan. Sebab di saat ini aku beristirehat dari seretan malaikul maut.”

Ketika disiramkan air ke atas tubuhnya, roh itu berteriak lagi; ”Wahai orang yang memandikan roh ALLAH, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan panas. Janganlah engkau menuangkan airmu dengan panas dan jangan pula dingin. Sebab tubuhku terbakar dari keluarnya roh.”

Ketika dimandikan oleh pemandi mayat, maka roh itu berteriak sekali lagi; ” Demi ALLAH, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka kerana keluarnya roh.”

Jika telah selesai dimandikan dan mayat itu diletakkan pada kafannya di mana kedua tangannya diikat, maka mayat memanggil-manggil; ” Wahai orang yang memandikan, janganlah kuat-kuat dalam mengkafaniku, sehingga aku tidak dapat melihat wajahku, anak-anakku dan kerabatku, sebab ini merupakan hari terakhir aku melihat mereka. Pada hari ini aku akan berpisah dengan mereka, dan aku tidak akan melihat mereka sehingga hari qiamat.”

Ketika mayat dibawa keluar dari rumahnya, maka rohnya menyeru; ”Demi ALLAH, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah kamu menyakiti meraka. Sesungguhnya pada hari ini aku dikeluarkan dari rumahku dan aku tidak akan kembali kepada mereka selama-lamanya.”

Ketika mayat diletakkan ke dalam peti atau kerandanya, ia memanggil lagi; ” Demi ALLAH, wahai jemaahku, janganlah kalian mempercepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahli keluargaku, anak-anakku dan para kerabatku. Sesungguhnya aku pada hari ini akan berpisah dengan mereka sehingga hari qiamat.”

Kemudian ketika para pengiring jenazah, melangkah dengan tiga kali langkah, ia memanggil lagi dengan suara yang dapat didengari seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

Kata roh; ”Wahai para kekasihku, wahai saudara-saudaraku dan wahai para anak-anakku, janganlah kalian diperdayakan oleh dunia sebagaimana ia memperdayakan aku. Janganlah kalian bermain-main di masa ini sebagaimana ia mempermainkan aku. Hendaklah kalian mengambil ibarat daripadaku. Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku kumpulkan untuk para ahli warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung kesalahanku. Adapun di dunia ini ALLAH akan menghisab aku, sementara kamu sekalian merasa senang dengan keduniaan dan tidak mahu mendoakan aku.”

Ketika jenazah itu telah disembahyangkan oleh ahli keluarga dan mereka yang hadir itu, roh itu berkata; ”Demi ALLAH, wahai saudaraku, sesungguhnya aku lebih mengetahui bahawasanya mayat itu lupa ketika hidupnya. Akan tetapi kalian jangan melupakan aku dengan begitu cepat sekali sebelum kalian mengebumikan aku, sehingga kalian menyaksikan tempatku. Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya keadaanku lebih mengetahui bahawasanya wajah mayat itu lebih dingin daripada air yang dingin. Janganlah kalian pulang dalam masa terdekat ini.”

Ketika pengiring-pengiring jenazah meletakkan mayat di sisi kuburnya, maka berkatalah ia; ”Demi ALLAH, wahai jemaahku, wahai saudara-saudaraku. Aku mendoakan kalian tetapi kalian tidak mendoakan aku.

Ketika diletakkan mayat di dalam liang kuburnya, mayat itu berkata;

”Demi ALLAH, wahai para warisku, bukankah aku mengumpulkan harta yang banyak yang ku tinggalkan untuk kalian? Hendaknya kalian mengingatiku dengan memperbanyakkan kebaikan. Aku telah mengajar kalian Al-Quran dan adab kesopanan, janganlah kalian melupakan aku dalam doa kalian.”

Kisah Nabi Uzair AS Tertidur 100 Tahun

Kisah Nabi Uzair AS Tertidur 100 Tahun
Kisah Nabi Uzair AS Tertidur 100 Tahun

Kisah Nabi Uzair AS Tertidur 100 Tahun

Diceritakan bahwa seorang Nabi dari kalangan bani Israil bernama Uzair berjalan menyusuri sebuah perkampungan dengan mengendarai seekor kudanya. Setelah jauh berjalan, tiba-tiba dia tersesat ke suatu perkampungan yang rata dengan tanah setelah dihancurkan oleh sekelompok tentara. Di perkampungan itu, dia melihat kehancuran yang luar biasa, bangkai manusia dan hewan berserakan di mana-mana serta tulang-belulang manusia bertebaran di semua tempat. Ketika itulah, dia berkata dalam hati, “Bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali semua yang telah berserakan ini setelah matinya ?”.

Perlu diketahui Nabi Uzair AS adalah seorang hamba Allah SWT yang hidup pada zaman Nabi Isa AS. Nabi Uzair AS adalah seorang Nabi dan Rasul utusan Allah SWT yang salah satu diantara 313 Rasul utusan Allah SWT. Nama Uzair berasal dari kata Azaro, yang artinya “mengkoreksi”, yaitu mengkoreksi kebenaran dengan kebenaran yang sebenarnya dan mengkoreksi kesalahan menjadi suatu kebenaran yang semestinya. Nabi Uzair AS adalah seorang lelaki yang amat sholeh dan paham pada kitab Taurat. Ia dikatakan memahami setiap isi kandungan Taurat. Beliau menjadi rujukan setiap masyarakat Yahudi pada zaman itu.

Karena kelelahan Nabi Uzair AS beristirahat sejenak di perkampungan itu. Di bawah sebatang pohon dia kemudian tertidur dengan tidur yang sangat lama, karena Allah menidurkannya selama seratus tahun (100 Tahun). Tubuhnya kemudian hancur dan telah menjadi tanah, orang-orang pun telah melupakannya.

Setelah 100 tahun ia tertidur, Allah SWT membangunkan atau menghidupkannya kembali dengan jasad sebagaimana semula saat mulai tertidur. Kemudian Allah bertanya kepada beliau:“Berapa lama kamu tinggal di sini ?” Beliau menjawab: “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang), Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) beliau pun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah : 259).

Setelah bangun atau hidup kembali, Nabi Uzair AS mengelola wilayah itu, dari kehancuran, kegersangan, kesunyian tanpa kehidupan sampai menjadi suatu wilayah dengan masyarakat yang beriman kepada Allah SWT yang aman dan sejahtera. Beliau mengelola wilayah itu selama berpuluh-puluh tahun. Tersebarlah keadaan beliau dan wilayah itu ke semua penjuru bumi hingga ke Kerajaan yang sedang berkuasa pada saat itu. Kemudian tentara Kerajaan besar itu menyerang wilayah itu, sehingga akhirnya beliau dipindahkan dan diangkat oleh Allah SWT ke alam batiniyyah, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Isa AS.

Setelah kehilangan Nabi Uzair AS, rakyat di wilayah itu menjadi kebingungan karena tidak ada pengelola wilayah yang mampu meneruskan tata kelola wilayahnya sebaik Nabi Uzair AS. Maka datanglah sesosok setan yang berjasad manusia dan berkata kepada penduduk daerah itu, “Jika kamu sekalian menginginkan keadaan sejahtera lagi, maka buatlah patung Uzair, dan sembahlah dan mintalah kepada patung itu, karena Uzair adalah Putra Allah” (Sungguh setan musuh manusia yang nyata. “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. 

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?” (QS. Al-Baqarah : 169-170).

Maka patung itu diwujudkan oleh Raja Kerajaan besar itu dan dijadikan sesembahan. Demikianlah jadinya Raja tersebut menyembah patung Uzair. Dan terjadilah kekosongan keimanan kepada Allah SWT dan mendewakan patung Uzair. Kemusyrikan Orang-Orang Kafir itu dalam Kebiasaan menyembah patung Uzair itu ditiru oleh orang-orang kafir musyrik Yahudi, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat At Taubah 30-31 : “Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah“. 

Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling ?.” “Mereka menjadikan rabbi- rabbi (orang-orang alimnya) dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan Uzair dan Al Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan". (QS. At Taubah : 30-31).

Hadist Nabi Muhammad SAW tentang Nabi Uzair AS : Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar As-Shidiq, di Kitab Nuril Akwan yang ditulis oleh Abi Hasan Al Bishri, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Uzair itu adalah hamba Allah yang Maha Pemurah, maka Allah membukakan baginya pintu surga dan menjauhkannya dari tipu daya setan dan menyatukannya bersama hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah". (Syahadat ini dibaca setelah syahadat kepada Allah dan RasulNya).

Kisah Dajjal & Hari Kiamat

Kisah Dajjal
Gambar Hiasan: Segitiga Bermuda dikatakan tempat persembunyian Dajjal

Kisah Dajjal


An-Nawwas bin Sim’an r.a berkata: Pada suatu pagi Rasulullah s.a.w menyampaikan hal ehwal Dajjal. Kadang-kadang suara baginda terdengar mendatar dan kadang-kadang keras, sehingga kami mengira Dajjal berada di sekitar kebun Madinah. Ketika kami kembali, baginda mengetahui ada sesuatu yang sedang kami fikirkan. Baginda bertanya: Ada apa dengan kalian? Kami menjawab: Wahai Rasulullah s.a.w, pagi tadi engkau menyebut perihal Dajjal, kadang-kadang suaramu terdengar mendatar dan kadang-kadang keras, sehingga kami mengira Dajjal berada di sekitar kebun yang ada di sini. Baginda bersabda: Bukan Dajjal yang paling aku takutkan akan memperdayai kalian, sebab jika Dajjal muncul di saat aku masih hidup, maka aku akan mengatasinya langsung dan menjaga kalian darinya. Dan jika ia muncul ketika aku telah tiada, maka setiap orang akan dapat mengatasinya dengan mudah, Allah lah yang akan mengambil perananku untuk menjaga setiap muslim.

Sesungguhnya saat muncul, Dajjal adalah seorang pemuda berambut sangat kerinting, matanya menonjol keluar, seperti mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian yang melihatnya, maka hendaknya membacakan ayat-ayat pertama surah Al-Kahfi. Ia muncul di sebuah jalan yang terletak antara Syam dan Iraq, lalu membuat kerosakan di kanan dan di kiri. Wahai hamba-hamba Allah, bertahanlah.

Kami bertanya: Wahai Rasulullah, berapa lama dia tinggal di bumi? Baginda menjawab: Empat puluh hari. Sehari seperti setahun, sehari lagi seperti sebulan, sehari lagi seperti seminggu dan hari-hari yang lainnya sana seperti hari-hari yang biasa kamu alami. Kami berkata: Wahai Rasulullah, tentang satu hari yang sama seperti setahun, apakah kami cukup melakukan solat seperti hari biasa (lima kali sepanjang tahun)? Baginda menjawab: Tidak, akan tetapi perkirakanlah jarak waktunya.

Kami berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatan perjalanan Dajjal di bumi? Baginda menjawab: Seperti hujan yang ditiup angin. Dajjal mendatangi sesuatu kaum dan mengajak mereka agar menjadi pengikutnya. Mereka pun beriman dengannya dan mahu menjadi pengikutnya. Saat itu juga Dajjal menyuruh awan untuk menurunkan hujan , maka turunlah hujan, dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan tanam-tanaman sehingga haiwan-haiwan peliharaan kaum tersebut bertambah besar, susunya bertambah banyak dan badannya bertambah gemuk.

Kemudian Dajjal mendatangi kaum yang lain, dia mengajak mereka agar menjadi pengikutnya, tapi mereka menolak. Setelah Dajjal meninggalkan mereka, maka pada pagi harinya tanah mereka menjadi kering dan harta mereka musnah. Dajjal melewati tempat peninggalan yang lama, lalu berkata: Keluarkanlah harta yang terpendam di tanahmu! Maka keluarlah harta Qarun yang terpendam di dalamnya dan mengikuti Dajjal seperti lebah-lebah jantan yang mengikuti ratunya.

Setelah itu Dajjal memanggil seorang anak muda belia, lalu menebaskan pedangnya ke arah tubuh pemuda tersebut hingga terbelah menjadi dua dengan tepat sekali. Setelah pemuda itu dihidupkan kembali, Dajjal memanggilnya lagi dan mengajaknya agar menjadi pengikutnya. Sang pemuda hanya menghadap kepadanya dengan wajah yang tampak tegar dan ketawa. [Dalam hadith lain dikisahkan bahawa setelah pemuda itu dihidupkan, maka dia lebih yakin bahawa Dajjal itu pembohong yang besar lalu diberitahu kepada orang ramai akan siapa Dajjal. Pemuda itu akhirnya dicampakkan ke dalam kobaran api yang disangkakan oleh pengikut Dajjal adalah neraka, padahal pemuda itu masuk syurga].

Dalam keadaan seperti itulah Allah Ta’ala mengirimkan Isa a.s putera Maryam. Isa turun di Manarah Baidha’ yang terletak di sebelah timur Kota Damaskus dengan memakai dua pakaian yang dicelup. Dia meletakkan tangannya di celah-celah sayap dua malaikat. Jika Isa menundukkan kepalanya, maka titik-titik air jatuh darinya dan apabila mengangkat tegak kepalanya, maka bercucurlah air darinya seperti butir-butir mutiara yang jatuh.

Setiap orang kafir yang merasakan hembusan nafasnya akan mati padahal hembusan nafasnya menyebar sejauh mata memandang. Isa mengejar Dajjal sampai menemukannya di daerah Bab Ludd dan membunuhnya di sana. Kemudian Isa mendatangi suatu kaum yang telah dijaga oleh Allah dari kejahatan Dajjal. Isa mengusap wajah mereka dan menerangkan kedudukan-kedudukan mereka di syurga. Dalam keadaan seperti itu Allah mewahyukan kepada Isa a.s: “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu (manusia) yang sangat kuat sehingga tidak ada yang sanggup berperang melawan mereka. Kerana itu, bawalah hamba-hambaKu yang taat ke gunung Thur dan berlindunglah di sana.”

Allah mengeluarkan Yakjuj dan Makjuj. Mereka bergerak dengan cepat dari segala arah. Kelompok mereka yang berada di garis depan melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Ketika kelompok di garis belakang tiba, mereka berkata: Sebelumnya danau ini masih penuh dengan air.

Nabi Isa dan para pengikutnya dikepung. Keadaan mereka semakin memprihatinkan sehingga satu kepala lembu yang ada di tangan mereka lebih berharga dari seratus dinar yang ada di tangan kalian saat ini. Nabi Isa a.s dan para pengikutnya berdoa kepada Allah Ta’ala. Maka Allah menjadikan ulat pada leher Yakjuj dan Makjuj sehingga esoknya mereka semua mati sekaligus.

Isa a.s dan para pengikutnya turun dari gunung, tapi seluruh tempat di daerah tersebut penuh dengan mayat dan menyebarkan bau busuk yang menyengat. Nabi Isa a.s dan para pengikutnya berdoa kepada Allah Ta’ala, maka Allah mengirimkan burung-burung besar seperti leher unta yang mengambil mayat-mayat bangsa Yakjuj dan Makjujdan melemparkannya di tempat-tempat yang dikehendaki Allah. Lalu Allah menurunkan hujan yang sangat deras dan meliputi seluruh kota dan pendalaman sehingga tanah menjadi bersih dan licin. Kemudian dikatakan kepada bumi: Keluarkanlah buahmu dan kembalikan berkahmu.

Di masa itu sekelompok masyarakat boleh memakan buah delima dan menggunakan kulitnya untuk melindungi kepala dari sengatan matahari. Susu pun menjadi berkah sehingga susu seekor unta cukup untuk diminum oleh sekelompok masyarakat. Susu seekor lembu cukup untuk diminum oleh satu kabilah (suku) dan susu seekor kambing cukup diminum oleh sekelompok keluarga besar. 

Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang sangat menyegarkan dan menghembus di bawah ketiak mereka. Bersamaan dengan hembusannya, Malaikat mencabut nyawa setiap orang mukmin dan muslim, sehingga yang tersisa di bumi adalah orang-orang yang bergelumang dengan dosa. Mereka biasa berzina di tempat terbuka seperti keldai. merekalah yang mengalami kejadian Hari Kiamat.

Kisah Hindun Makan Hati Saidina Hamzah

Kisah Hindun Makan Hati Saidina Hamzah
Gambar Hiasan: Saidina Hamzah (Singa Allah)

Kisah Hindun Makan Hati Saidina Hamzah


Hindun binti ‘Utbah adalah seorang wanita Arab yang hidup pada lewat kurun ke-6 dan awal kurun ke-7M; dia adalah isteri kepada Abu Sufyan ibni Harb, seorang lelaki yang berkuasa di Makkah, di Semenanjung Arab barat. Abu Sufyan dan Hindun terdahulunya menentang Nabi Muhammad S.A.W. 

Dia adalah ibu kepada Muawiyah I, pengasas dinasti Umayyah, dan Ramlah binti Abi Sufyan, salah seorang isteri Nabi Muhammad S.A.W. Kedudukannya sebagai seorang sahabat Nabi masih dipersoalkan oleh kerana tindakan yang dia ambil terhadap masyarakat Islam sebelum dia memeluk Islam, khususnya suatu peristiwa yang dikatakan kanibalisme sewaktu medan perang. 

Dia dilahirkan di Mekah, anak perempuan dari salah seorang dari pemimpin yang berpengaruh Quraysh, ‘Utbah ibn Rabi'ah. Dia mempunyai dua adik-beradik lelaki: Abu-Hudhayfah ibn Utbah dan Walid ibn Utbah. 

TANPA bercerita kisah wanita yang seorang ini, pengetahuan kita terhadap sejarah Islam seolah tidak lengkap, sebagaimana yang diketahui umum, beliau mempunyai watak yang sangat protagonis dalam Perang Uhud, sehingga beliau digelar sebagai pemakan hati, iaitu umpama manusia kanibal yang sanggup mengunyah anggota badan manusia yang lain semata-mata untuk mendapatkan kepuasan diri. 

Namun sangat menarik jika kita dapat mengenali watak ini dengan lebih dekat melalui pelbagai pihak yang bercerita mengenai Hindun yang begitu memusuhi Islam sejak zaman jahiliah. Namun kita tidak akan menemui sebarang kisah yang mendedahkan sama ada Hindun seorang wanita yang jelita atau cantik pada zamannya. Tetapi yang sering diceritakan ialah mengenai jiwanya yang kental, seorang yang pintar berkata-kata, berpendirian tegas dan sangat berpengaruh terhadap kaumnya. Pendek kata dia menepati ciri-ciri wanita bangsawan walaupun menimbulkan pelbagai konflik. 

Imam Ibnu Abdil Jarir menyifatkan Hindun sebagai: "Hindun adalah seorang wanita yang berjiwa besar dan memiliki kehormatan." Nama sebenar wanita ini ialah Hindun binti Utbah bin Robiah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf Al Umawiyah Al Qurasyiyah. Ibunya bernama Shafiyyah binti Umayyah bin Haritsah bin Al Auqashi bin Murrah bin Hilal bin Falih bin Dzikwan bin Tsa'labah bin Bahtah bin Salim. 

Dia digambarkan sebagai seorang wanita Arab yang sangat luhur di kalangan wanita-wanita lain. Dia dikatakan seorang yang sangat fasih ketika berbicara, sangat berani, kuat, berjiwa besar, seorang yang berfikir atau berpandangan jauh dan penyair yang baik serta bijak. Pendek kata, dengan sifat-sifatnya itu Hindun dipandang sebagai wanita yang mulia, sekali gus mengangkat nama dan nasab keturunannya untuk disegani dan dihormati oleh seluruh penduduk Arab terutama di zaman jahiliah. 

Anaknya yang sangat terkenal dalam sejarah Islam sebagai pengasas Dinasti Umayyah iaitu Muawiyah bin Abu Suffian pernah menceritakan mengenai ibunya itu: "Ibuku adalah wanita yang sangat berbahaya di zaman jahiliah tetapi di dalam Islam, beliau menjadi seorang wanita yang mulia dan baik." Sebelum berkahwin dengan Abu Suffian, Hindun dikatakan pernah berkahwin dengan seorang pemuda bernama Al Fakih bin Mughirah Al Makhzumi sehingga melahirkan dua anak tetapi mereka kemudiannya bercerai. 

Dalam hal ini Hindun berkata kepada orang tuanya: "Aku adalah wanita yang memiliki hak. Maka janganlah menikahkan aku lagi dengan seorang lelaki sebelum menawarkan dirinya kepada aku." Lalu apabila dua orang lelaki datang meminangnya selepas itu, Hindun benar-benar memilih lelaki manakah yang terbaik untuk beliau jadikan suami. Dia menolak lelaki pertama, iaitu seorang yang boleh dipengaruhi kerana kebodohannya walaupun dia dari kalangan keluarga terhormat. 

Walau apa sekalipun yang Hindun akan lakukan kemudian hari, lelaki itu dikatakan akan tetap setia di samping Hindun. "Kekurangan lelaki itu dapat dicukupkan (disempurnakan) dengan kecerdasanmu, " kata bapa Hindun, Utbah. Namun Hindun lebih memilih lelaki kedua yang meminangnya apabila mendapati lelaki itu menepati ciri-ciri yang dia kehendaki. Antaranya, memiliki kehormatan yang tinggi, nasab dan kecerdasan yang tulin, sangat aktif pergerakannya, sangat berwibawa sehingga lelaki itu dikatakan dapat mengatur keluarganya sehingga seluruh anggota keluarga tunduk hormat terhadapnya. 

"Adapun lelaki pertama, dia adalah tuan yang akan lenyap kemuliaannya, akan membinasakan isterinya sendiri kerana akan hidup di bawah telunjuk isteri yang lebih berkuasa. "Jika melahirkan keturunan, anak-anaknya pasti menjadi bodoh dan tidak mampu menunjukkan kehebatan. "Maka jauhkan lelaki itu dariku dan tidak perlulah bapa memberitahu aku akan namanya. "Sesungguhnya aku sangat tertarik dengan keperibadiannya dan dia boleh menjadi suami yang memiliki kemerdekaan yang sebenarnya di samping jika dilihat dari nasabnya maka tiada penghalang untuk kami berumahtangga. 

"Tetapi siapakah lelaki itu wahai bapaku," tanya Hindun. "Dia adalah Abu Suffian bin Harb," jawab Utbah. Namun ada sumber sejarah lain yang cuba mempertikaikan keperibadian Hindun yang bangsawan itu dengan mengatakan wanita ini sebenarnya telah mempunyai hubungan dengan ramai lelaki sebelum berkahwin dengan Abu Suffian, salah seorang pembesar ternama Quraisy Mekah. 

Dengan lain perkataan, mereka menuduh Hindun sebenarnya seorang pelacur, malah hamil hasil hubungan dengan Abu Suffian menyebabkan Hindun terpaksa memberikan rasuah yang besar terhadap pembesar itu bagi membolehkan mereka berkahwin. Beliau seorang wanita yang pada masa jahiliyahnya adalah sangat benci terhadap Islam dan berdiri di barisan terdepan dalam memerangi Islam. Ia adalah Hindun binti ‘Utbah, isteri Abu Sufyan, dan juga ibu dari Khalifah Umawiyah, Mu’awiyah bin Abi Sufyan. 

Sebelum KeIslamannya

Kebencian Hindun binti ‘Utbah terhadap Islam mulai bersarang di hatinya dari awal munculnya Rasulullah S.A.W. bersama dakwahnya. Dan setelah terjadinya Perang Badar, kebenciannya bertambah kuat dengan adanya dendam yang membara di hatinya kepada pembunuh ayah, bapa saudara dan saudara lelaki nya di peperangan itu. Sehingga beliau bernazar akan mengunyah jantung orang itu jika ia dapat membunuhnya. 

Hindun binti ‘Utbah yang telah dikuasai kemarahannya, membuat perancangan yang sangat matang untuk melunaskan dendamnya terhadap pembunuh orang-orang terdekatnya itu. Untuk tugas membunuh ia serahkan kepada seorang budak yang bernama Wahsyi yang ia janjikan kebebasan bila berhasil membunuh musuhnya yang tak lain adalah Hamzah bin Abdul Mutalib, bapa saudara Rasulullah S.A.W. dan saudara sesusuan beliau. 

Dan bila telah terbunuh maka ia sendiri yang akan mengambil jantungnya, untuk menunaikan nadzarnya yang gila itu. Maka pada Perang Uhud niatnya itu terlaksana dengan apa yang ia rencanakan. Pada perang itu Hindun mendampingi suaminya yang memimpin barisan kaum musyrikin untuk menghadapi kaum muslimin. Di sana Hindun mempunyai peranan penting, beliau akan memimpin para wanita untuk memberikan semangat kepada suami dan kerabat mereka yang berperang menghadapi kaum muslimin dengan memukul gendang dan bersyair.

Apabila ada pasukan yang ingin berpaling tadah dan melarikan diri, maka mereka mendorong mereka kembali ke medan perang. Ketika Wahsyi berjaya membunuh Hamzah, datanglah Hindun dan terus membelah perut Hamzah yang sudah tak bernyawa itu, lalu mengambil jantungnya dan ia mengunyahnya kemudian memuntahkannya, sehingga ia dikenal dengan sebutan aakilatul akbaad (pemakan jantung). Tidak cukup dengan itu saja, ia juga mengambil hidung dan telinganya dan menjadikannya sebagai kalung. 

Hindun Masuk Islam 

Akan tetapi, ketika Fathu (penaklukan) Makkah, Allah tidak hanya membuka gerbang Makkah untuk kaum muslimin, tapi la juga membuka hati dan mata Hindun, bahwa semua yang dibawa dan yang disampaikan Rasulullah S.A.W. adalah benar-benar datang dari Allah Ta’ala. Apabila Abu Sufyan yang sudah masuk Islam ketika itu, merasa hairan ketika Hindun memintanya untuk mengantarkannya kepada Rasulullah S.A.W. untuk masuk Islam.

Abu Sufyan berkata: “Aku lihat kelmarin engkau masih membenci perkataan ini”. Dengan jujur Hindun berkata: “Demi Allah, aku tidak pernah melihat Allah diibadati sebenar-benarnya di Masjid ini kecuali malam ini. Demi Allah, mereka tidak melewati malam kecuali dengan solat, berdiri, rukuk, dan sujud”. 

Lalu Abu Sufyan berkata: “Sesungguhnya engkau telah melakukan semua yang engkau perbuat dahulu, maka pergilah dengan seorang laki-laki dari kaummu”. Kemudian Hindun meminta Utsman bin Affan untuk mengantarkannya kepada Rasulullah S.A.W. Dengan menyamar, Hindun pergi menghadap Rasulullah S.A.W. la takut Rasulullah akan mengenalinya dan akan marah dan benci kepadanya atas apa yang ia perbuat terhadap bapa saudara Nabi, Hamzah di masa perang Uhud. Ketika itu Rasulullah S.A.W. berada di bukit Shofa bersama Umar bin Khoththob lalu Rasulullah S.A.W. memperkenankan Utsman dan Hindun juga beberapa wanita yang datang untuk berbai’at kepada beliau. 

Hindun Berbai'at 

Rasulullah S.A.W. kemudian berkata: “Aku bai’at kalian supaya kalian tidak akan menyekutukan Allah dengan suatu apapun.” Hindun lalu mengangkat kepalanya dan berkata: “Engkau telah mengambil dari kami sesuatu yang tidak engkau ambil dari kaum lelaki, maka kami telah memberikannya kepadamu.” Lalu Rasulullah S.A.W. berkata: “dan tidak akan mencuri.” la berkata: “Wahai Rasulullah S.A.W. , aku pernah mencuri harta Abu Sufyan, kerana ia adalah seorang yang pelik, apa yang ia berikan kepadaku tidak cukup bagiku dan anak-anakku, apakah harta itu halal bagiku?” 

Abu Sufyan berkata: “Ya, apa yang engkau ambil dahulu dan setelannya halal bagimu.” Rasulullah S.A.W. berkata: “Jadi, engkau ini adalah Hindun binti ‘Utbah?” la berkata: “Benar, wahai Rasulullah S.A.W., maafkanlah aku atas apa yang aku perbuat di masa lalu.” Beliau menjawab: “Semoga Allah memaafkanmu”. Beliau melanjutkan: “Dan tidak akan berzina.” la berkata: “Apakah wanita yang merdeka akan mau berzina?” 

Kemudian beliau berkata lagi: “Dan kalian tidak akan membunuh anak-anak kalian.” Hindun berkata: “Kami telah mendidik mereka di masa kecil dan kalian membunuh mereka di Badar ketika dewasa.” Mendengar perkataan itu Rasulullah S.A.W. dan Umar pun tertawa, Kemudian Rasulullah S.A.W. berkata: “Allah-lah yang membunuh mereka, wahai Hindun.” 

Kemudian beliau membaca surat al-Anfal ayat 17 dan berkata: “Dan tidak akan berbuat dusta yang kalian ada-adakan dengan tangan dan kaki kalian (dusta di sini maksudnya adalah mengada-adakan pengakuan palsu mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan, seperti tuduhan berzina, tuduhan bahwa anak si Fulan bukan anak suaminya dan sebagainya).” Hindun berkata: “Sesungguhnya dusta itu adalah perbuatan yang sangat jelek. Engkau tidak menyuruh kami kecuali kepada petunjuk dan akhlak yang mulia.” 

Beliau berkata: “Dan kalian tidak akan mendurhakaiku dalam urusan yang baik.” la berkata: “Tidaklah kami duduk di majlis ini, dan kami ingin mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian Rasulullah S.A.W. membai’at mereka dan memintakan ampunan bagi mereka. Setelah berbai’at, Hindun berkata kepada Rasulullah S.A.W. “Wahai Rasulullah, sebelumnya tidak ada satu penghuni rumah pun di permukaan bumi ini yang aku ingin mereka terhina kecuali penghuni rumahmu, namun sekarang tidak ada satu penghuni rumah pun di permukaan bumi ini yang aku ingin mereka mulia selain penghuni rumahmu.” Lalu Rasulullah S.A.W. berkata: “Dan juga Demi jiwa Muhammad di tangan-Nya”. 

Setelah Menjadi Muslimah 

Suatu hari ketika telah masuk Islam, setelah Allah membukakan hatinya untuk iman yang mana sebelumnya tertutup oleh kekafiran dan dibekukan oleh kemusyrikan, Hindun pernah mengirimkan hadiah kepada Rasulullah S.A.W. yang dihantarkan oleh budak perempuannya. Ketika itu Rasulullah S.A.W. sedang berada di khemah bersama isteri-isteri beliau dan beberapa orang wanita dari Bani Abdul Mutalib. 

Budak itu berkata:. “Sesungguhnya nyonyaku mengirimkan hadiah ini untukmu dan ia meminta maaf kepadamu.” Kemudian budak itu menyambung: “Sesungguhnya kambing kami akhir-akhir ini jarang beranak, hadiah ini adalah domba betina yang dipanggang”. Rasulullah S.A.W. lalu berkata: “Semoga Allah memberkati kambing kalian dan memperbanyak kelahirannya”. 

Kemudian pulanglah budak itu menghadap nyonyanya dan menceritakan do’a Rasulullah S.A.W. tadi. Maka senanglah Hindun dengan do’a Rasulullah S.A.W. itu. Budak tersebut menceritakan: “Kami melihat sendiri bagaimana banyaknya anak kambingnya dan seringnya melahirkan, yang tidak pernah kami lihat sebelumnya”. Hindun berkata: “Ini adalah berkat do’a Rasulullah S.A.W.”. Hindun berusaha menghapus masa lalunya dengan ikut serta berjihad di Perang Yarmuk, dan di sana ia mendapatkan cubaan yang baik. 

la pernah berkata mengingat masa lalunya: “Aku pernah bermimpi berdiri di bawah matahari dan di dekatku ada tempat berteduh namun aku tidak boleh berlindung di bawahnya. Ketika aku telah masuk Islam, aku bermimpi seolah-olah aku telah masuk dalam lindungannya. Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kita kepada Islam”. Dengan kata-kata inilah Hindun binti ‘Utbah menghiburkan dirinya sampai akhir hayatnya di masa kekhalifahan Umar bin Khattab pada tahun 14 H. Semoga Allah meredhainya dan menempatkannya di syurga Firdaus yang tinggi. Amin.

Kisah Gadis Mimpikan Ibu Di Neraka

Kisah Gadis Mimpikan Ibu Di Neraka
Gambar Hiasan: Neraka Jahanam

Kisah Gadis Mimpikan Ibu Di Neraka


Seorang gadis datang menemui Rasulullah dengan tangan kanannya disorokkan ke dalam poket bajunya.. Dari raut wajahnya, anak gadis ini sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. 

Lalu Rasulullah menegurnya. "Wahai anakku, kenapa wajahmu menampakkan kamu sedang kesakitan dan apa yang kamu sorokkan di tanganmu?" 

Lalu gadis malang inipun menceritakan hal yang berlaku padanya. "Ya, Rasulullah, sesungguhnya aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuatkan aku menanggung kesakitan ini." Balas gadis tadi. 

"Jika tidak jadi keberatan, ceritakanlah mimpimu itu wahai anakku." Rasulullah mula tertarik dengan penjelasan gadis tersebut. "Aku bermimpi berjumpa ibuku di dalam neraka. Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku meminta diberikan air kerana dia amat dahaga kerana kepanasan api neraka itu hingga peluh tidak sempat keluar kerana kekeringan sekelip mata." 

Gadis itu berhenti seketika menahan sebak. "Kemudian ku lihat di tangan kirinya ada seketul keju dan di tangan kanannya ada sehelai tuala kecil. Beliau mengibas-ngibaskan kedua-dua benda tersebut untuk menghalang api dari membakar tubuhnya. Lantas aku bertanya ibuku, kenapa dia menerima balasan sebegitu rupa sedangkan ketika hidupnya ibuku adalah seorang hamba yang patuh dengan ajaran islam dan isteri yang taat kepada suaminya? 

Lalu ibuku memberitahu bahawa ketika hidupnya dia amat bakhil..Hanya dua benda itu sahaja iaitu seketul keju dan sehelai tuala kecil pernah disedekahkan kepada fakir... Yang lainnya hanya untuk bermuka-muka dan menunjukkan kelebihan hartanya sahaja. Lalu aku terus mencari ayahku. Rupanya beliau berada di syurga dan sedang menjamu penghuni syurga dengan makanan yang lazat dan minuman dari telaga nabi. Ayahku memang amat terkenal kerana sikapnya yang dermawan dan kuat beramal. 

Lalu aku bertanya kepada ayahku. "Wahai ayah, ibu sedang kehausan dan menanggung azab di neraka. Tidakkah ayah ingin membantu ibu sedangkan di dunia ku lihat ibu amat mentaatimu dan menurut perintah agama" 

Lalu dijawab oleh ayahnya. "Sesungguhnya beliau dan semua penghuni syurga telah dilarang oleh Allah dari memberi walau setitik air kepada isterinya kerana itu adalah pembalasan untuk kebakhilan yang dilakukan ketika di dunia" 

Oleh kerana kasihan melihat azab yang diterima oleh ibuku, aku lantas menceduk sedikit air mengguna tapak tangan kananku lalu dibawa ke neraka. Belum sempat air tersebut mencecah bibir ibuku, api neraka telah menyambar tanganku sehingga melecur. Seketika itu juga aku tersedar dan mendapati tapak tanganku melecur teruk. Itulah sebabnya aku datang berjumpa engkau ya Rasulullah." 

Panjang lebar gadis itu bercerita sambil airmatanya tidak henti-henti mengalir di pipi. Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya ke tapak tangan gadis tersebut lalu menadah tangan, berdoa memohon petunjuk dari Allah. Jika sekiranya mimpi gadis tersebut adalah benar maka disembuhkanlah agar menjadi iktibar kepada beliau dan semua umat Islam. 

Lalu berkat kebesaranNya tangan gadis tersebut sembuh seperti sediakala. Lantas Rasullullah pun berkata "Wahai anakku, pulanglah... .Banyakkan bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau berikan kepada ibumu. Mudah-mudahan segala dosanya terampun..INSYAALLLAH.